KHOTMIL QUR’AN DESA JELBUDAN DI PEMAKAMAN UMUM


Kegiatan yang ada di Jelbudan salah satunya adalah khotmil Qur’an yang selalu diadakan setiap satu bulan sekali dalam pasaran jawa yakni Jum’at Legi (manis). Uniknya kegiatan tersebut selalu diadakan di tempat yang berberda-beda dalam setiap acaranya, dalam artian berpindah-pindah, namun yang membedakan dengan daerah lain adalah kegiatan itu selalu diadakan di pemakaman umum di desa tersebut, hal ini dimaksudkan untuk mendoakan arwah sanak saudara serta leluhur yang telah meninggal dunia, selain itu dengan diadakan secara berpindah-pindah juga dapat memperkecil kesenjangan atau kecemburuan, bahkan secara sosiologis. Hal tersebut dapat mempersatukan masyarakat secara lebih luas, menginggat pemakaman yang ada di desa tersebut tidak seperti daerah lain di Jawa, yakni pemakaman menyebar di berbagai tempat yang dianggap strategis.
Tradisi dalam masyarakat seperti Tahlilan, Tasyakuran, Slametan (selamatan) dan lainnya, tradisi ini juga menyediakan makanan untuk masyarakat yang mengikutinya, untuk masyarakat yang menyediakannya tidak ditentukan baik jenis makanan, penyedia makanan, dan orang yang mengikutinya, artinya siapapun bebas mengikuti, memberi makanan dengan keinginan setiap orang, hal tersebut mengindikasikan adanya sebuah ikatan yang erat antara masyarakat, dimana setiap masyarakat bahu-membahu dalam mensukseskan acara tersebut. Dalam tradisi tersebut juga terdapat sebuah nilai yang perlu dipertahankan oleh masyarakat, mengingat dampak dari adanya teknologi sedikit demi sedikit mengikis rasa persaudaraan yang ada dalam masyarakat desa.
Dari tradisi tersebut juga mengandung unsur ekonomis, dimana setiap masyarakat yang mengikuti selalu mendapatkan makanan sama seperti yang lainnya tidak membedakan si kaya dengan si miskin. Orang miskin dapat merasakan makanan dari si kaya, sehingga masyarakat yang ekonominya rendah akan terbantu dengan adanya tradisi tersebut. Seperti prinsip sedekah dalam ajaran agama Islam, dimana sedekah dapat meringankan beban ekonomi masyarakat miskin, meskipun dalam tradisi tersebut sedekah yang dilakukan secara terselubung. (anurymsi)

Previous
Next Post »
Thanks for your comment