KKN 72 UNIJOYO GALAKKAN SOSIALISASI KESEHATAN MENTAL ANAK

Acara Sosialisasi Kesehatan Mental Anak 

Kesehatan secara fisik merupakan hak setiap orang, dimana kesehatan juga diatur oleh undang-undang tentang kesehatan yang tertuang dalam UU Pasal 1 angka 1 UU No. 36 Tahun 2009, baik kesehatan secara sosial dalam artian hidup dengan nyaman dalam masyarakat, secara ekonomi dalam artian sejahtera, maupun sehat secara badanian. tidak kalah pentingnya dari ketiga hal tersebut, kesehatan mental anak juga merupakan suatu hal yang paling ugent, mengingat kesehatan mental akan mempengaruhi kesehatan yang lain, baik ekonomia, sosial maupun badaniah. 
Hal tersebutlah yang seharusnya perlu diketahui oleh semua orang, terutama orang tua yang telah memiliki buah hati, dimana mereka harus mendidik anak-anaknya agar menjadi seorang yang berguna baik kepada keluarga maupun masyarakat secara umumnya. Selain itu, pengetahuan tentang mental anak juga berfungsi untuk mencegah terjadinya penyimpangan sosial yang meresahkan masyarakat misalnya Mabuk-mabuan, Judi, Narkoba, dll. 
Hal inilah yang perlu digalakkan oleh pemerintah maupun lembaga lainnya untuk mencegah terjadinya penyimpangan sosial. Melihat kondisi ini, tentu peran mahasiswa yang menjadi Agent of Change perlu dilakukan, dan inilah yang mendorong KKN 72 untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya kesehatan mental anak, dalam rangka tersebut, KKN 72 melakukan acara sosialisasi di desa yang menjadi tempat KKN yakni Desa Jelbudan Kec. Dasuk Sumenep. Sasaran yang dituju dalam acara sosialisasi tersebut yakni anak-anak dan ibu-ibu, mengingat merekalah yang sangat berpengaruh dalam menciptakan kesehatan mental. 
Acara tersebut dilaksanakan di tiga tempat yakni SDN Jebudan yang dilaksanakan pada 23 Juli, acara kedua dilaksanakan di RA dan MI Al-Hikmah yang dilaksanakan pada 25 Juli, serta di RA Sabilal Muhtadin pada 6 Agustus 2018. Dengan terselenggaranya acar tersebut, diharapkan mampu memberi pencerahan kepada orang tua terutama Ibu-ibu dalam memberi pengajaran dalam masalah mental anak, sehingga orang tua tidak hanya menekankan pada kesehatan jasmani (Tubuh) akan tetapi juga kesehatan rohani (mental). (Anurymsi)
Previous
Next Post »
Thanks for your comment