PENGANGGURAN DIDESA JELBUDAN



Pengangguran yang ada dikawasan desa Jelbudan disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya mayoritas masyarakat lulusan sekolah dasar, berdasarkan data yang diambil dari LPPD Jelbudan bahwa penduduk lulusan SD 24,14% dari 3198 penduduk, ditambah lagi jumlah penduduk yang tidak lulus SD sekitar 17,73%, bahkan jumlah ini masih ditambah lagi dengan masyarakt yang belum atau tidak sekolah sebesar 24,89%. Dari data tersebut menunjukkan bahwa pendidikan masyarakat masih minim, sehingga akan mempengaruhi jenis pekerjaan yang didapat. Ketika mayoritas lulusan sekolah dasar kebawah dengan presentase 66.76% tentu jenis pekerjaan formal besar kemungkinan tidak akan masuk, sehingga sektor yang menjadi pilihan adalah sektor informal yang mengandalkan kemampuan sendiri. Bahkan dari data menunjukkan 87,5% penduduk bekerja disektor pertanian, melihat kondisi geografis desa Jelbudan yang sebagian besar tandus dan pola pertanian kebanyakan menggunakan sistem tadah hujan, tentu pekerjaan dalam sektor pertanian tidak menjadi penghasilan tetap.
Kondisi tersebut melahirkan masyarakat setengah pengangguran, dimana mereka sebenarnya memiliki pekerjaan, akan tetapi mereka tidak selalu berkerja setiap hari karena pertanian berjalan ketika dimusim hujan. (Anurymsi)





Tanah yang terlihat Kering, dan penanaman sering kali hanya pada musim hujan
Previous
Next Post »
Thanks for your comment