SEJARAH DESA


Nama Desa Jelbudan berasal dari sebuah peristiwa yang pernah menimpa salah seorang tokoh masyarakat setempat yang banyak memperjuangkan rakyat Jelbudan dari ketertindasan dan keterbelakangan akibat penjajahan Kaum Kolonial yang kejam dan zalim. Pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, beliau yang di mata masyarakat dipandang sebagai pahlawan yang sangat disegani dan dihormati banyak membantu Raja Sumenep Arya Wiraraja ke Pendopo Kerajaan bersama dengan tokoh-tokoh masyarakat lain di seluruh wilayah Sumenep untuk membahas strategi dan taktik melawan penjajahan Belanda.
Dengan menunggangi kuda beliau menyusuri jalan setapak yang membelah desa menuju pendopo Kabupaten Sumenep. Tiba-tiba di tengah perjalanan hujan deras menghadangnya beliaupun berteduh di bawah sebuah pohon yang rindang. Kegelisahan menyelimuti batinnya karena jika harus menunggu hujan reda kemungkinan beliau terlambat datang memenuhi undangan raja. Pada akhirnya beliau memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan memacu kudanya secepat mungkin di tengah deras dan jalanan yang licin dengan harapan tiba di pendopo tepat waktu. Karena kurang waspada akibat terburu-buru ingin cepat sampai di pendopo, baliau jatuh tersungkur ke tanah berlumpur karena kudanya terpeleset akibat jalanan yang licin. Sekujur badannya berlumuran lumpur (Cellot Madura) dan pakaiannya pun kotor oleh lumpur (dalam istilah Maduranya kurang lebih demikian Abut Jelibut Cellot Sabadan). Menyadari keadaannya beliau dengan amat sangat kecewa mengurungkan niat untuk menghadiri undangan Raja Arya Wiraraja. Peristiwa yang menimpanya itu mengakibatkan dirinya tidak tercantum dalam barisan pejuang yang akan melawan Belanda. Akan tetapi kecelakaannya itu menjadi dasar pemberian nama tempat peristiwa itu, yang akhirnya tempat itu diberi nama Desa Jelbudan (Abut Jelibut Cellot Sabadan).
Previous
Next Post »
Thanks for your comment