SOSIALISASI DESAIN PRODUK SEBAGAI BENTUK PENINGKATAN PEMASARAN PRODUK DAERAH



Perkembangan produksi daerah kini mulai bermunculan dipasaran, berbagai jenis produk lokal yang dihasilkan menunjukkan masyarakat mulai sadar akan prospek industri, baik itu industri kecil, menengah hingga industri berskala besar. Ditambah lagi dengan progam pemerintah yang merespon baik terhadap pertumbuhan industri yang ada, dengan memberi bantuan modal atau melalui kredit dengan cicilan dan bunga ringan, serta mempermudah proses legalitas dari industri tersebut.
Desa Jelbudan yang terletak tak jauh dari pantai serta ditumbuhi banyak tanaman juga terdapat industri rumahan dengan memanfaatkan potensi yang ada, diantaranya industri Mete, Kerupuk ikan, Anyaman Bambu dll.
Kesadaran yang baik, nyatanya tidak diimbangi dengan pemasaran yang baik pula, dimana masyarakat sering kali menyepelekan faktor pemasaran dari segi pembungkusan, dimana sering kali produk daerah tidak terdapat desain produk yang menjadi tampilan dari produk tersebut, padahal tampilan produk atau bungkus produk mampu mempengaruhi konsumen, dimana semakin menarik tampilan suatu produk, konsumen juga semakin tertarik untuk membeli produk tersebut. Selain itu, tampilan yang baik juga mencerminkan kualitas dari produk tersebut.
Permasalahan tersebutlah yang sering kali dijumpai dari industri kecil daerah, oleh karena itu, tentu perlu adanya penyadaran kepada masyarakat terutama para pengelola industri untuk memahami akan pentingnya suatu desain produk. Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa KKN 72 berusaha mencari solusi yakni mengadakan acara sosialisasi mengenai desain Produk. Dari acara tersebut, masyarakat tidak hanya akan mengetahui betapa pentingnya desain suatu produk, akan tetapi juga mereka diajari dalam membuat desain produk, sehingga mereka akan mempunyai kreatifitas tersendiri dalam mendesain suatu produk.
Namun dalam sosialisasi tersebut terdapat kriteria tertentu yang menjadi sasaran utama, sosialisasi mengenai pentingnya desain produk diutaman kepada kalangan pengusaha industri didaerah tersebut, sedangkan untuk pelatian desain produk tersendiri ditekankan pada kalangan kalayak pemuda yang ada didaerah tersebut. Penekanan tersebut menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan masyarakat desa Jelbudan, mengingat tidak akan mungkin berkelanjutan apabila sasaran yang dituju salah. Misalnya pembuatan desain produk diutamakan pada golongan tua, tentu tidak hanya mereka akan kesulitan memahami, akan tetapi juga akan ada minat yang serius untuk memahami cara-cara dalam membuat desain. (Anurymsi)
Previous
Next Post »
Thanks for your comment