WASPADA NARKOBA! KKN 72 BEKERJA SAMA DENGAN KEPALA DESA JELBUDAN MENGADAKAN SOSIALISASI BAHAYA NARKOBA


WASPADA NARKOBA! KKN 72 BEKERJA SAMA DENGAN KEPALA DESA JELBUDAN MENGADAKAN SOSIALISASI BAHAYA NARKOBA
Penyebaran narkoba yang meluas hingga ke pelosok desa tidak dapat dipungkiri telah menjadi sasaran utama, dengan banyaknya pembertaan media yang menangkap para pengedar atau pengguna narkoba dipedesaan membuktikan bahwa pedesaan telah menjadi sasaran empuk penyebaran narkoba. Menjamurnya pemakai narkoba dipedesaan juga diperparah dengan minimnya pengetahuan masyarakat desa akan bahaya narkoba, kondisi tersebut seperti apa yang disampaikan oleh kepala BNN Sumenep Bambang Sutrisno dalam sebuah acara sosialisasi bahaya narkoba di Desa Jelbudan Kec. Dasuk Sumenep, dalam acara tersebut ia mengatakan bahwa menjamurnya narkoba dipengaruhi oleh dua faktor, pertama karena ketidaktauan masyarakat akan bahaya yang ditimbulkan narkoba, dan yang kedua karena salah dalam pergaulan.
Mencegah lebih baik dari pada mengobati, itulah kalimat yang sering kali terdengar dalam berbagai situasi. Hal inilah yang seharusnya dilakukan secara gencar dan menyeluruh, bukan hanya mengadili para pelaku pengedar narkoba. Melihat situasi yang demikian, tentu perlu diadakan sosalisasi tentang bahaya narkoba.
Bekerja sama dengan kepala Desa Jelbudan kec. Dasuk Sumenep, KKN 72 Universitas Trunojoyo Madura menggalakkan sosialisasi tentang bahaya narkoba. Acara yang telah terlaksana pada 6 Agustus 2018 mengundang beberapa petinggi yang berkaitan dengan acara tersebut, diantaranya kepala BNN, Camat Dasuk, Kapolsek Dasuk, dan Kepala Puskesmas Dasuk. Dalam acara tersebut, Bambang Sutrisno selaku Kepala BNN mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan untuk meminimalisir meluasnya penyebaran narkoba terdapat tiga tahap, pertama pencegahan dan pemberdayaan, kedua Rehabilitasi, dan yang terakhir adalah penangkapan. Tindakan pencegahan dan pemberdayaan dilakukan untuk menekan angka calon pengguna atau pengedar, tindakan ini bisa melalui sosialisasi kepada masyarakat. Rehabilitasi dilakukan untuk mengobati para pengguna, sedangkan tindakan penangkapan dilakukan apabila para pelaku atau pengguna tetap melakukan tidankan yang melawan hukum tersebut.
Meskipun narkoba sangat berbahaya untuk kesehatan manusia, dalam keadaan dan kondisi tertentu, penggunaan narkoba juga sangat diperlukan, dalam hal tersebut hanya dua tindakan yang diperbolehkan, pertama untuk pengobatan dan penelitian. Dalam bidang pengobatan, narkoba digunakan untuk mengatasi rasa sakit pada penyakit jantung dan lain-lain, namun dengan kadar dan dosis yang sedikit dibawah 0,0 sekian persen sehingga tidak berdampak pada kecanduan.
Dalam acara tersebut Kepala BNN Sumenep juga menuturkan bahwa masyarakat atau lebih spesifiknya keluarga tidak harus menjauhi pengguna narkoba, akan tetapi mereka harus merangkul para pengguna sebagai tindakan rehabilitasi, sehingga ia tidak terjerumus lebih dalam lagi. (M. Nursyamsi).
Previous
Next Post »
Thanks for your comment